Day 2 - Jackpot!
Minggu, 13 Oktober 2013. Yeay! Perjalanan menjelajah pulau-pulau di sekitar Derawan dimulai. Hm.. Semalam angin lumayan gede, jadi katanya ombak hari ini cukup besar. Lucu juga ya melihat ombak besar atau tidaknya dari angin semalam.
Seharusnya 1st destination ke Pulau Kakaban tempat dimana kita bisa berenang bersama ubur-ubur air tawar tanpa sengat. Perjalanan dari Derawan - Kakaban sekitar 1 jam. Namun berhubung ombak yang tidak bersahabat, jadinya kita menuju Pulau Sangalaki terlebih dahulu baru ke Kakaban.
Perjalanan Derawan - Sangalaki membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Dengan ombak yang besar dan speed boat berayun-ayun mengikuti ombak, otomatis bikin perut eneq. Alhasil muntahlah gue. Telat minum antimonya. Ya orang kota yang biasa di darat, ketika naik angkutan laut selama 2 jam dan terombang ambing oleh ombak di lautan lepas, wajar lah kalau mabok. Pengalaman pertama pula.
Setelah jackpot, ga berapa lama sampailah ke spot snorkeling di Kakaban. Berhubung gue ga bisa berenang dan takut dengan kedalaman, gue menanti dengan manis di boat sekalian sunbathing. Panasnya sangat menyengat.
Menurut cerita temen-temen sih bagus banget karangnya. Bisa liat nemo dan kawan-kawan.
Kelar snorkeling, perjalanan dilanjutkan ke Kakaban. Seharusnya ga boleh berenang bersama ubur-ubur setelah snorkeling karena bisa mencemari ekosistem ubur-ubur tersebut. Kita pun tidak diperbolehkan menggunakan sunblock karena bisa meracuni si ubur-ubur. Kita pun dilarang menggunakan kaki katak ketika berenang di situ.
Ternyata Kakaban sedang kebanjiran pengunjung. Rame banget sampai air danaunya keruh. Padahal seharusnya bening sehingga kita bisa lihat dari atas. Jadi kalau mau berenang sama ubur-ubur harus ke tengah danau yang kedalamannya sekitar 20 meter. OMG!
Ada sebuah peraturan yang selalu dilanggar pengunjung. Jelas-jelas ada peringatan dilarang membawa ubur-ubur keluar dari air, eh tetep donk dibawa keluar dan disentuh dengan tangan. Dan bisa dilihat dari atas banyak ubur-ubur yang mati.
Di Kakaban kita bisa snorkeling maupun diving. Sayangnya master diving di Derawan tidak menerima orang tanpa license. Jadi kalau mau diving di Kep. Derawan harus punya license. Di Kakaban terdapat palung di bawah laut yang katanya indah. Kekayaan alam bawah laut Indonesia merupakan salah 1 yang terbaik di dunia.
Dari Kakaban kita mampir ke Pulau Maratua. Di sini ada sebuat cottage yang bisa dibilang mirip seperti di Maldives. Lautnya indah sekali. Warnanya bukan biru namun hijau tosca. Benar-benar indah pemandangannya.
Setelah dari Maratua kita langsung pulang ke Derawan, kembali ke penginapan. Kita sampai saat sunset. Setelah beristirahat dan mandi, kita pun bersiap untuk makan malam.
Berhubung sedang di pulau maka makanan yang tersedia pun pasti berbau seafood, yakni ikan. Cuma digoreng tapi terasa manis. Fresh from the sea. Hihi..
Selesai dinner, kita memutuskan berjalan-jalan ke sisi barat pantai Derawan. Rencananya ingin menunggu penyu datang untuk bertelur dan melepaskan tukik.
Kita telah menanti penyu sampai jam 9 malam namun penyu tak kunjung datang. Akhirnya kita memutuskan untuk melepaskan tukik dan kembali ke cottage.
Di perjalanan kembali ke cottage, agak tergoda untuk minum es kelapa muda. Namun ada yang aneh. Es kelapa mudanya berasa ada soda di dalamnya. Haha.. Jadi berasa kayak coconut coke gitu. Minum es kelapa muda sambil bercengkerama dengan teman seperjalanan sungguh menyenangkan. Apalagi mendengar cerita dari hasil traveling ke sana ke mari.
Ga afdol ngobrol cuma pake minum doank, dibelilah cemilan. Jadi temenku ada yang beli pisang goreng dan katanya enak banget. Beda sama pisang goreng yang dijual pada umumnya. Tapi sayang, gue ga sempet coba.
Hari semakin larut dan kita memutuskan kembali ke cottage sambil berjanji esok pagi mau menikmati sunrise. Hm.. Gue pasang alarm jam 5 tapi kita lihat besoknya bangun atau engga. Hihi..
- Acid -
Seharusnya 1st destination ke Pulau Kakaban tempat dimana kita bisa berenang bersama ubur-ubur air tawar tanpa sengat. Perjalanan dari Derawan - Kakaban sekitar 1 jam. Namun berhubung ombak yang tidak bersahabat, jadinya kita menuju Pulau Sangalaki terlebih dahulu baru ke Kakaban.
Perjalanan Derawan - Sangalaki membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Dengan ombak yang besar dan speed boat berayun-ayun mengikuti ombak, otomatis bikin perut eneq. Alhasil muntahlah gue. Telat minum antimonya. Ya orang kota yang biasa di darat, ketika naik angkutan laut selama 2 jam dan terombang ambing oleh ombak di lautan lepas, wajar lah kalau mabok. Pengalaman pertama pula.
Setelah jackpot, ga berapa lama sampailah ke spot snorkeling di Kakaban. Berhubung gue ga bisa berenang dan takut dengan kedalaman, gue menanti dengan manis di boat sekalian sunbathing. Panasnya sangat menyengat.
Menurut cerita temen-temen sih bagus banget karangnya. Bisa liat nemo dan kawan-kawan.
Kelar snorkeling, perjalanan dilanjutkan ke Kakaban. Seharusnya ga boleh berenang bersama ubur-ubur setelah snorkeling karena bisa mencemari ekosistem ubur-ubur tersebut. Kita pun tidak diperbolehkan menggunakan sunblock karena bisa meracuni si ubur-ubur. Kita pun dilarang menggunakan kaki katak ketika berenang di situ.
Ternyata Kakaban sedang kebanjiran pengunjung. Rame banget sampai air danaunya keruh. Padahal seharusnya bening sehingga kita bisa lihat dari atas. Jadi kalau mau berenang sama ubur-ubur harus ke tengah danau yang kedalamannya sekitar 20 meter. OMG!
| Ubur-ubur air tawar tanpa sengat. |
| Tangga menuju danau ubur-ubur. |
| Papan peringatan yang suka dicuekin pengunjung. |
| Speed boat yang setia mengantar. |
| Pemandangan indah di Pulau Kakaban. |
Di Kakaban kita bisa snorkeling maupun diving. Sayangnya master diving di Derawan tidak menerima orang tanpa license. Jadi kalau mau diving di Kep. Derawan harus punya license. Di Kakaban terdapat palung di bawah laut yang katanya indah. Kekayaan alam bawah laut Indonesia merupakan salah 1 yang terbaik di dunia.
Dari Kakaban kita mampir ke Pulau Maratua. Di sini ada sebuat cottage yang bisa dibilang mirip seperti di Maldives. Lautnya indah sekali. Warnanya bukan biru namun hijau tosca. Benar-benar indah pemandangannya.
Setelah dari Maratua kita langsung pulang ke Derawan, kembali ke penginapan. Kita sampai saat sunset. Setelah beristirahat dan mandi, kita pun bersiap untuk makan malam.
Berhubung sedang di pulau maka makanan yang tersedia pun pasti berbau seafood, yakni ikan. Cuma digoreng tapi terasa manis. Fresh from the sea. Hihi..
Selesai dinner, kita memutuskan berjalan-jalan ke sisi barat pantai Derawan. Rencananya ingin menunggu penyu datang untuk bertelur dan melepaskan tukik.
Kita telah menanti penyu sampai jam 9 malam namun penyu tak kunjung datang. Akhirnya kita memutuskan untuk melepaskan tukik dan kembali ke cottage.
Di perjalanan kembali ke cottage, agak tergoda untuk minum es kelapa muda. Namun ada yang aneh. Es kelapa mudanya berasa ada soda di dalamnya. Haha.. Jadi berasa kayak coconut coke gitu. Minum es kelapa muda sambil bercengkerama dengan teman seperjalanan sungguh menyenangkan. Apalagi mendengar cerita dari hasil traveling ke sana ke mari.
Ga afdol ngobrol cuma pake minum doank, dibelilah cemilan. Jadi temenku ada yang beli pisang goreng dan katanya enak banget. Beda sama pisang goreng yang dijual pada umumnya. Tapi sayang, gue ga sempet coba.
Hari semakin larut dan kita memutuskan kembali ke cottage sambil berjanji esok pagi mau menikmati sunrise. Hm.. Gue pasang alarm jam 5 tapi kita lihat besoknya bangun atau engga. Hihi..
- Acid -
.jpeg)
Comments
Post a Comment