Day 1 - Three Hours on Boat

Sabtu, 12 Oktober 2013. Jam 03.30 udah ready di airport Soetta karena gue ambil flight paling pagi yaitu jam 05.00. Gue memilih menggunakan Lion Air dengan harga tiket sekitar Rp 1,7 juta langsung menuju ke Tarakan. My travel buddy sih bisa dibilang backpacker sejati ya, secara dia bawa backpack. Sementara gue? Haha.. Gue dengan santainya membawa si pinky plus topi pantai lebar gue yang pastinya bikin ribet. Haha.. Dasar cewe ya.

Perjalanan Jakarta-Tarakan menghabiskan waktu di udara sekitar 2 jam 50 menit. Dan itu udah bikin gue ga betah. Maklum lah gue orangnya ga bisa diem. Kalau kelamaan di pesawat atau mobil pasti gue udah gelisah. Kecuali gue tidur. Masalahnya karena terlalu excited ga bisa tidur dan hanya bisa tidur selama 1 jam.

Landing di Bandara Udara Juwata, Tarakan, sekitar jam 09.00 WITA. Ya Tarakan selisih 1 jam dengan Jakarta. Setelah itu gue dan my travel buddy mencari-cari tour guide yang udah kita hubungin sejak di Jakarta. Yups! Gue ikut semacam tour gitu untuk trip ke Derawan. Jadinya gue terima bersih urusan transport dari dan ke airport dan pelabuhan. Masalah makan dan akomodasi juga gue tau beres. Hehe.. Ga cuma jalan-jalan ke luar negeri yang bisa pakai tour, jalan-jalan di dalam negeri juga bisa. :P

Waktu itu gue pake jasa Ceria Travel dan tour guide saat itu adalah Mba Siti dan orangnya asiq loh bo.. Tapi setelah ketemu Mba Siti kita tetep ga bisa langsung meluncur ke Derawan karena masih ada beberapa rombongan yang belum sampe di Tarakan. Jadi sembari nunggu lunch, kita cari sarapan dulu.

Tanpa gue sadari jarak airport dan pelabuhan cuma seupret, 5 menit juga sampe. OMG! Deket banget ya. Dan kemana-mana disana cepet sampe. Ya wajar lah yah wong kota kecil gitu. Sepi dan sunyi, tenang gitu. Jauh dari hiruk pikuk kesibukan. Bisa dibilang mirip kota Cikarang saat pertama kali gue menginjakan kaki, sekitar 19 tahun lalu.

Setelah semua rombongan kumpul, kita mulai jalan dari pelabuhan sekitar jam 2. Kita terbagi atas 2 boat, masing-masing boat bisa diisi 10-12 penumpang. Jumlah penumpang dan carrier harus diperhatikan, ga boleh overload karena nyawa taruhannya. Untungnya gue 1 boat dengan orang yang berjiwa muda dan seru. Ga ada kata garing buat kita. Haha.. Ombak saat itu pun tenang. 3 jam di speed boat berasa banget capenya. Pantat pegel. Mau ngelurusin pantat juga ga bisa. Dan herannya gue bisa tidur padahal loncat-loncat boat-nya.

Pulau Derawan
Akhirnya kita sampe di Pulau Derawan. Kita pas banget datang menjelang sunset. Gue suka banget sama sunset. Sebuah keajaiban Tuhan. Mahakarya yang luar biasa. Kenapa? Perhatiin deh tiap hari pasti warna langit saat matahari terbenam itu berbeda. Ga pernah ada yang sama.

Gue nginep di cottage yang kalau mau bisa langsung terjun ke laut. Sayangnya di cottage gue dikelilingi oleh karang mati. Tapi airnya bening padahal air limbah dari kamar mandi dan dapur langsung dibuang ke laut. Dari atas bisa melihat ikan kecil berenang. Karangnya pun terlihat jelas. Dan katanya kalau beruntung bisa lihat penyu. Kebetulan di Derawan memang ada penangkaran anak penyu atau tukik. Jadi suka ada acara pelepasan tukik di malam hari.


Rasa lelah hilang
saat menikmati sunset di Derawan.
Setelah menikmati sunset dengan angin laut yang sepoi sepoi, gue mandi dan siap-siap untuk makan malam. Karena perjalanan yang panjang, setelah makan gue memilih untuk istirahat dan menyiapkan tenaga untuk perjalanan esok hari yang pastinya akan melelahkan namun menyenangkan.

So, see you on Day 2.


- Acid -



Comments

Popular Posts