Manusia Dewasa
Di masa manapun kita hidup, selalu ada plus minus-nya lah ya..
Saat kecil enaknya dan senengnya ga usah mikirin beratnya hidup ini. Masalah paling berat kayaknya cuma belajar aja. Cuma tau main tanpa perlu mikirin kewajiban atau tanggung jawab.
Udah dewasa enaknya setelah cari duit sendiri jadi bisa beli barang yang kita suka kapanpun apapun dan berapapun disesuaikan dengan budget kita. Tapi ga enaknya makin bertambahnya usia makin besar juga beban hidup, tanggung jawab yang kita pikul.
Apalagi yang menjadi tulang punggung keluarga atau yang sudah menikah, memiliki anak-anak. Wow. Mendidik anak itu ga mudah. Menjadi orang tua pun ga mudah. Tapi itu pilihan yang kita pilih. Dan mungkin karena itu juga banyak orang yang masih enggan berkomitmen, mungkin loh mungkin.
Kalau ditanya ke saya. Ya siap ga siap kalau sudah saatnya harus siap. Ga ada yang siap kayaknya di dunia ini. Ya ga sih?
Jadi orang dewasa aja saya siap ga siap. Buktinya masih kayak bocah kadang-kadang. Sifat kekanakannya lebih besar dari sifat kedewasaannya.
Jujur sih kalau boleh milih, maunya jadi anak remaja aja. Meski ga bebas kemana-mana tapi sungguh itu paling enak. Lol. Anyway sekarang juga udah 32 tahun masih belum bebas 100% koq, tapi udah lebih bebas dibanding saat usia belasan. :D
Tiba-tiba curcol karena tiba-tiba lelah menjadi orang dewasa. Beban hidup dan tanggung jawab kayaknya semakin besar tapi mau ga mau harus dihadapi ya.
Sekian curcolnya, di kala waktu senggang mencari selisih. Ups.
xoxo,
Acid
P.S.: Ga ada korelasinya sih antara foto kopi sama isinya; cuma biasanya kan kalau orang sudah mengonsumsi kopi bisa dibilang sudah dewasa. Lol
.jpeg)
Comments
Post a Comment