Book Review | Nyanyian Akar Rumput
Buku ini memang berisi kumpulan puisi karya Wiji Thukul.
Awal
Biasa saja kesannya. Mikir kenapa puisi yang seperti ini bisa buat pemerintahan kala itu heboh. Maklum, puisinya dibuat tahun 80-an dimana saya belum lahir dan belum mengerti apapun tentang kondisi pemerintahan kala itu.
Pertengahan
Sudah setengah buku tapi tetap merasa biasa saja. Nothing special. Dan cuma compare kondisi masa itu dan masa ini. 1 hal yang saya tangkap: buruh saat ini harus bisa lebih bersyukur karena sudah ada BPJS sehingga bisa berobat gratis, ada KIP sehingga anak-anak bisa sekolah gratis, dan upah buruh pun sudah lebih baik meski masih ada sistem outsourcing. Coba bayangkan puluhan tahun lalu dimana sakit tidak punya uang untuk beli obat, anak pun bisa berhenti sekolah karena tidak bisa bayar SPP.
Akhir
Menjelang akhir buku, memasuki tahun 96-an, baru berasa deg-deg-an, merinding disco. Membayangkan beliau saat jadi buron dicari oleh pemerintah. Puisinya biasa saja kalimatnya tapi tetap bisa dirasakan dan dibayangkan keadaan kala itu. Menegangkan. Apa cuma perasaan saya? Hmm..
Kesimpulan
Anak muda saat ini bisa tahu bagaimana keadaan Indonesia masa lalu hanya dengan membaca puisi karya seorang Wiji Thukul. Bagus untuk menjadi pembelajaran dan menambah wawasan.
xoxo,
Acid
.jpeg)
Comments
Post a Comment