Never Give Up of Love
Tidak ada seorang pun di dunia
ini yang ingin merasakan sakit hati ditinggal oleh orang dikasihi. Entah
keluarga, teman, ataupun kekasih.
Perpisahan terkadang meninggalkan
luka hati yang sangat dalam terutama jika kita tidak menginginkannya.
Namun perpisahan tersebut harus
dilakukan demi kebaikan kedua belah pihak.
Perpisahan kadang kala harus kita
pilih karena kita harus merelakan kepergian orang yang tak ingin berada lagi di
samping kita pergi demi mencari kebahagiannya ataupun meraih cita-cita dan
impiannya.
Jika kita mempertahankannya, kita
akan merasa terbebani dalam menjalani sebuah hubungan dan pada akhirnya kita
pun tidak akan bahagia.
Meski sulit namun kita harus
melepaskannya. Untuk apa mempertahankan orang yang sudah tak ingin berada di samping
kita lagi? Itu hanya menyakiti hati kita dan dia.
Yang harus kita lakukan hanyalah
belajar melepaskan dan mencoba bertahan dengan rasa sakit yang ada serta
berusaha untuk melanjutkan hidup.
Meski masa lalu masih membayangi,
rasa itu masih ada, bukan berarti kita harus terpaku terus menerus. Kita harus
menjalani hidup kita saat ini dan memandang masa depan kita. Lalu pelan-pelan
mulai menghilangkan rasa yang pernah ada.
Jangan trauma pada masa lalu.
Belajarlah menerima kenyataan, menjalani hidup apa adanya, dan belajar dari
masa lalu.
Percayalah, suatu saat nanti,
pada saat yang tepat, seseorang yang tercipta untukmu akan hadir dalam hidupmu.
Mungkin Tuhan belum berencana mempertemukan kalian, tapi yakinlah bahwa Dia
memiliki rencana indah bagi setiap anak-Nya.
Jangan pernah menyerah pada
kekuatan cinta. Cinta tak akan indah tanpa ada rasa sakit.
Bukankah seorang anak kecil yang
belajar jalan akan jatuh untuk pertama kalinya? Kemudian dia akan bangkit
kembali dan mencoba lagi untuk berjalan.
Begitu pula dengan cinta. Sebelum
merasakan indahnya cinta, kita bisa merasakan pahitnya cinta. Sesuatu yang
diperoleh dengan perjuangan, pada akhirnya akan terasa indah dan kita akan
lebih menghargainya.
Menghargai cinta, perjuangan,
serta pengorbanan seseorang untuk kita.
Itulah yang sedang saya rasakan
saat ini. Berusaha optimis dan tidak menyerah terhadap kehidupan percintaan
saya. Suatu saat nanti, pada saatnya nanti, saya akan bertemu dengan seseorang
yang telah Tuhan ciptakan untuk saya.
Beberapa kali gagal dalam sebuah
hubungan dan tidak merasakan ketulusan mereka, membuat saya rendah diri dan
pesimis. Tapi saya selalu berusaha menanamkan pikiran positif dan menghilangkan
pikiran negatif dari otak saya. Serta berusaha untuk tidak cemburu terhadap kisah
cinta orang lain yang indah karena cemburu hanya membuat kita lemah.
Saya yakin Tuhan memiliki rencana
yang indah untuk saya.
xoxo,
Acid
.jpeg)
Comments
Post a Comment