Romansa Kawula Muda




Saya memang bukan penggemar cerita cinta. Tiap baca cerita romance baru selembar dah ngantuk. Tapiii.. Cerita cinta ala Ci Yennie ini beda. Dan novel ini merupakan novel favorite saya. Udah dibaca berulang kali ampe dekil dan ga pernah bosan.

Novel semasa remaja. Mungkin dulu saya mendambakan cerita cinta yg manis (meski ada sisi pahitnya) ala novel. Makanya tak heran novel semasa remaja berkisah tentang percintaan. Contoh: Dealova, Sweet Vanilla, Eiffel.. I'm in Love, dsb.

Seiring berlalunya waktu (maksudnya bertambah umur alias tua) tanpa disadari genre novel pun berubah. Sekarang saya lebih menyukai cerita fiction ala Dan Brown, adventure ala Harry Potter dan Hunger Games, atau mystery ala Agatha Christie. Bahkan Twilight pun saya ga demen, tapi tetep abis dibaca sih keempat bukunya. Mungkin perubahan ini disebabkan karena ga mau termakan mimpi cerita cinta yg manis dengan cowo perfect atau cerita ala cinderela, padahal realitanya susah bener dapet yang kayak gitu malah cenderung dikecewain.

Tapiii..

Bukan berarti saya ga percaya dengan kisah seperti itu. Tapi lebih baik mengurangi supaya bisa lebih realistis.

Namun 1 hal yang ga bs berubah dan sulit diubah. Meski udah ga doyan cerita romance, tetep ga bs lepas dari drama Korea. Lol. Padahal itu racun bagi cewe single (kata para orang tua) dan cuma ada di mimpi.

xoxo,
Acid ❤️

Comments

Popular Posts