Work Life Balance Oriented or Money Oriented?

"Udah ambil aja tawarannya, lumayan gajinya gede."

"Kenapa ga diambil? Sayang banget.."

 "Mumpung dapet gaji gede mah ga apa diambil aja"

Kata sebagian orang kalau tahu kita lagi nganggur, terus cari kerja, eh dipanggil interview tapi setelah itu kita prefer nolak kerjaannya karena ga cocok ma kita. Dan belum nego gaji loh! Cuma gossipnya di situ gajinya lumayan gede. Katanya.. Kata orang-orang sih.

Yang gue ga ngerti itu, kenapa sih orang harus liat gajinya? Besar kecil gaji seseorang kan bersifat relatif. Bagi gue kecil, bagi yang lain belum tentu, bisa jadi besar. Bagi gue besar, belum tentu bagi orang lain. 

Dan semuanya harus diliat juga dia kerja dan hidup di kota apa. Diliat gaya hidup dan pergaulannya.

Selain itu harus diliat juga orangnya work life balance oriented atau money oriented.

Kalau money oriented, disuruh ambil kerjaan apa aja dengan gaji besar dia pasti mau-mau aja. Kerja tanpa kenal lelah. Kerja tanpa ada waktunya. Hidupnya diserahkan semuanya ke kerjaan. Monday to Saturday. AM to PM. Jangankan waktu buat temen-temen, buat diri sendiri aja gue rasa ga punya. Jomblo? Bisa jadi. Lah gimana mau punya pacar kalau waktunya aja tercurahkan buat kerja?

Kerja keras di masa muda memang bagus tapi ga mesti harus abisin seluruh hidup dengan bekerja, bekerja, dan bekerja kan? Hidup harus balance. Kalau kata Paranoia: WORK HARD, PLAY HARD. Jangan cuma work doang yang hard tapi play-nya soft alias ga ada.

Jangankan buat play, buat memanjakan dan merawat diri sendiri aja ga. Liburan? Jangan harap. Cuti ampe angus kayaknya. Belum lagi masalah kesehatan. Banyak kejadian kan para auditor kecapean terus meninggal tiba-tiba?

Nah kalau tipe orangnya work life balance oriented, dapet tawaran kerja tanpa jam kerja yang jelas, mana mau meskipun gajinya gede. Bukan sombong, tapi tipe orang kayak gini biasanya lebih milih kerja dengan gaji kecil atau sedang tapi bisa menikmati hidup. 

Menikmati hidup versinya belum tentu dengan tiap minggu makan di mall, makan di restoran mewah ala anak jaman sekarang, dsb. Menikmati hidup versi dia bisa dalam bentuk menghabiskan waktu bersama orang tersayang atau keluarga, menikmati hobby seperti baca buku, gardening, dsb.
 
Jomblo? Bisa jadi. Tapi dia bahagia dengan hidupnya. Bisa melakukan apa yang dia sukai. Mempunyai waktu buat dia dan keluarga atau teman-teman. Tau apa artinya hidup. Sehat? Belum tentu. Tapi setidaknya dia punya waktu untuk beristirahat dan tidak kecapean karena mikir.


Maksud gue tuh, plis lah jangan mengukur segala sesuatunya dengan uang. Masa muda boleh kerja keras, tapi harus tahu cara menikmati hidup. Jangan sampe nakalnya baru belakangan, dah telat atuh lah..

Paling benci gue kalau segala sesuatunya diukur dengan uang. Iya sih tanpa uang kita ga bisa liburan, ga bisa beli barang yang kita sukai, tapi apakah uang bisa membawa kita kembali ke masa muda kita? Apakah uang bisa membeli kesehatan kita? Kalau udah sakit karena kebanyakan kerja, udah aja sakit terus, uang yang dikumpulin juga bakal abis meski pake asuransi. 

Tiap orang punya keinginan sendiri, kenapa sih harus memaksakan kehendak?
Boleh kasih ide, kasih nasihat, tapi plisss liat keadaan lo dulu. Emang keadaan lo lebih baik? Ngga juga kan?

Jangan lah uang, uang, uang, uaanngggg terus yang dipikirin. Kalau mikirin uang mulu ga bakal abis-abis. Ga sekalian aja punya bank?

*just sharing, I'm in a good mood. Trust me. I'm happy. Sooo happy. Because my bff is getting married and I just attended her holy matrimony. She's so beautiful in white, like a princess. Love it.. Tomorrow will be held her wedding reception and she asked me to be her bridesmaid. It's my honor. (^_^) just wish a tons of luck for her and happily ever after. I hope I have one, someday..

xoxo,
Acid


Comments

Popular Posts