What is better: to be a little girl or a mature young woman?
Ada pepatah yang bilang menjadi dewasa itu pilihan. Kedewasaan seseorang juga tidak ditentukan oleh umurnya. Ada yang udah tua tapi pemikirannya seperti anak kecil. Ada yang masih muda tetapi pemikirannya sudah dewasa.
Seiring bertambah usia, seiring bertambah pula tanggung jawab seseorang. Namun kedewasaan belum tentu bertambah.
Kalau lagi ada masalah, pengen banget balik ke masa kecil. Nikmatin hidup. Cuma tau belajar, main, makan es krim, makan ini itu, mau apa tinggal ngomong,"mami, papi, aku mau itu."
Coba kalo dah gede kayak gini. Mau apa juga harus mikir kosekuensinya. Mau apa juga harus tanggung jawab. Mau ini itu harus dipikirin baik-baik. Berani berbuat, berani bertanggung jawab.
Waktu kecil pingin banget cepet-cepet gede. Pake sepatu ber-hak si mami, pake lipstick si mami, dan pake tas si mami sambil jalan berlenggak lenggok lagaknya kayak pragawati.
Sekarang udah gede. Udah bisa pake baju sesuka hati, bisa pake heels setinggi apapun juga, bisa pake make up mau natural atau menor tinggal pilih sesuka hati, mau makan apa tinggal makan, mau liburan kemana tinggal pergi asal ada duit. Semua udah bisa seenak jidat, sesuka hati karena udah gede katanya.
Tapi giliran ada masalah pengen balik lagi kayak anak kecil.
Kadang mikir, lebih baik jadi seorang gadis kecil atau seorang wanita dewasa sih?
Sebuah pemikiran yang tidak bertanggung jawab sih kalau kita kepengen balik ke masa kecil saat ada masalah.
Bukannya menyelesaikan masalah malah cari pelarian.. Lari di treadmill udah bosan, makanya lari dari kenyataan. (Koq jadi jayus sih? Err)
Lagian.. Semuanya ada positif dan negatif-nya. Ada plus dan minus-nya. Tergantung kita gimana menyikapi suatu masalah. Dan yang penting harus bawa nama Tuhan agar diberikan jalan yang terbaik.
Terbaik bagi kita belum tentu terbaik bagi orang lain. Terbaik bagi orang lain belum tentu terbaik bagi kita. Jadi balik lagi ke permasalahan awal: bagaimana kita dalam menyikapi suatu masalah.
Tuhan ga akan pernah kasih cobaan yang melebihi kemampuan umat-Nya. Segalanya pasti ada jalan, suka atau pun tidak suka oleh jalan tersebut.
Manusia itu ciptaan Tuhan yang paling kuat. Segala beban yang ada di pundak umat-Nya pasti sudah diperhitungkan oleh-Nya dan tak akan melebihi kapasitas umat-Nya. Makanya kita ga boleh menyerah dalam hidup. Tetap survive. Tetap berusaha dan menjadi manusia tegar. Apalagi bagi seorang lelaki tempat dimana seorang wanita berlindung. Bukan berarti wanita makhluk lemah yang harus dilindungi. Wanita adalah ciptaan Tuhan yang paling kuat. Wanita diciptakan untuk bisa menahan sakit selama "tamu bulanan" datang, menahan sakit saat melahirkan, membawa bayi di dalam perutnya selama 9 bulan, dan lain sebagainya. Namun sekuat apapun wanita, dia membutuhkan seorang lelaki di sampingnya.
Kata-kata ini bukan hanya untuk sharing tapi juga untuk menyemangati diri sendiri. Kenapa? Karena salah satu media untuk bisa menenangkan hati saya saat galau adalah menulis. :)
Thanks for reading my blog..
xoxo,
Acid 🍭

.jpeg)
Comments
Post a Comment